Selasa, 13 Mei 2014

ARTIKEL PENDIDIKAN AKSELERASI

PENDIDIKAN AKSELERASI : YANG PINTAR SEMAKIN PINTAR YANG BODOH SEMAKIN BODOH

Adhyta satya widyananda
E-mail: Adhyt_rangers@yahoo.co.id

ABSTRAK: Pendidikan akselerasi adalah Program yang secara umum memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektif. Secara khusus memberi pelayanan kepada siswa berbakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari biasanya. Tetapi masih banyak kendala yang dihadapi dalam penerapannya di sekolah. Letak kendala tersebut adalah pada siswa siswainya, karena siswa siwi memiliki kecerdasan yang berbeda, oleh sebab itu program akselerasi tidak bisa diterapkan di setiap sekolah.

Kata Kunci: Pendidikan akselerasi, proses pendidikan dan proses belajar .

Menyelenggarakan program akselerasi khusus untuk anak-anak berbakat. Program akselerasi dapat dilakukan dengan cara “lompat kelas”, artinya anak dari Taman Kanak-Kanak misalnya tidak harus melalui kelas I Sekolah Dasar, tetapi misalnya langsung ke kelas II, atau bahkan ke kelas III Sekolah Dasar.
Kualitas pendidikan bangsa ini banyak ditentukan oleh kualitas para gurunya. Guru adalah ‘bos in the class’. Guru adalah orang yang bertatap muka langsung dengan peserta didik. Sebagus apa pun dan semodern apa pun sebuah kurikulum dan perencanaan strategis pendidikan dirancang, jika tanpa guru yang berkualitas, tidak akan membuahkan hasil optimal. Artinya roda komunitas yang bernama sekolah sangat diwarnai oleh kinerja dan mutu para gurunya. Pentingnya peranan dan kualitas seorang guru berdampingan dengan banyaknya problematika yang dihadapi oleh para guru. pabila kita percaya tidak ada siswa yang bodoh dengan multiple intelligences-nya masing-masing, maka kita juga harus percaya bahwa ‘tidak ada guru yang tidak becus mengajar’. Hanya saja kenyataan yang terjadi adalah keengganan guru untuk terus belajar dan bekerja dengan baik disebabkan oleh tidak adanya kemauan untuk belajar dan maju. Ditegaskan UNESCO dalam laporan The International Commission on Education for Twenty-first Century, yang menyatakan bahwa "memperbaiki mutu pendidikan pertama-tama tergantung perbaikan perekrutan, pelatihan, status sosial, dan kondisi kerja para guru; mereka membutuhkan pengetahuan dan keterampilan, karakter personal, prospek profesional, dan motivasi yang tepat jika ingin memenuhi harapan stakeholder pendidikan.

HAKIKAT PPROGRAM AKSELERASI
Colangelo (dalam Hawadi) menyebutkan bahwa istilah akselerasi menunjuk pada pelayanan yang diberikan dan kurikulum yang disampaikan. Sebagai model pelayanan, akselerasi dapat diartikan sebagai model layanan pembelajaran dengan cara lompat kelas, misalnya bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran pada kelas yang lebih tinggi. Menurut Sutratinah Tirtonegoro percepatan adalah cara penanganan anak super normal dengan memperbolehkan naik kelas secara meloncat atau menyelesaikan program reguler di dalam jangka waktu yang lebih singkat.
     Siswa yang seharusnya menyelesaikan studi SMP  atau SMA nya dalam waktu 3 tahun dapat menyelesaikan materi kurikulum dalam waktu 2 tahun saja.Program ini secara umum memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektif. Secara khusus memberi pelayanan kepada siswa berbakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari biasanya.

TUJUAN PROGRAM AKSELERASI
• Tujuan Umum
1. Memberikan pelayanan terhadap peserta didik yang memiliki karakteristik khusus dari aspek kognitif dan efektifnya.
2. Memenuhi hak asasinya selaku peserta didik sesuai dengan kebutuhan pendidikan dirinya
3. Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik.
• Tujuan Khusus
1. Menghargai peserta didik yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat.
2. Memacu kualitas siswa dalam menigkatkan kecerdasan spiritual, intelektual dan emosional secara berimbang.
3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran peserta didik.




KEUNTUNGAN DAN KERUGIANPROGRAM AKSELERASI
  • Keuntungan Program Akselerasi.
1.      Efesiensi dalam belajar meningkat 
2.      Efektivitas dalam belajar meningkat 
3.      Adanya rekognisi terhadap prestasi yang dimiliki 
4.      Waktu untuk meniti karir lebih banyak 
5.      Produkstivitas meningkat 
6.      Pilihan eksplorasi dalam pendidikan meningkat 
7.      Siswa diperkenalkan dalam kelompok teman yang baru.
  • Kerugian Program Akselerasi
a.    Bidang Akademis 
1.      Mungkin saja bahan ajar yang diberikan terlalu jauh bagi siswa sehingga ia tidak mampu beradaptasi dalam lingkungan yang baru, dan akhirnya menjadi orang yang sedang-sedang saja (mediocre) bahkan mungkin juga siswa akan mengalami kegagalan. 
2.      Kemungkinan terjadi yang ditampilkan siswa pada waktu proses identifikasi merupakan gejala seseaat saja. 
b.    Penyesuaian Diri Sosial
1.                   Siswa akselerasi didorong prestasinya secara akademis, dalam hal ini mengurangi waktunya untuk melakukan aktivitas yang lain.
2.                   Siswa akselerasi akan kehilangan aktivitas dalam masa-masa hubungan sosial yang penting pada usianya.
c.    Aktivitas Ekstrakurikuler 
1.                Kebanyakan aktivitas kurikuler berkaitan dengan usia dan siswa kurang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas penting di luar kurikulum yang normal (yang sesuai dengan usianya). Hal ini juga akan mengurangi jumlah waktu untuk memperkenalkan masalah karir kepada mereka. 
2.                   Prestosi dalam berbagai kegiatan atletik adalah penting untuk setiap siswa dan kegiatan dalam program akselerasi tidak mungkin menyaingi mereka yang mengikuti program sekolah secara normal, yang lebih kuat dan lebih terampil.
d.   Penyesuaian Diri Emosional 
1.                   Siswa akselerasi mungkin saja akan mengalami frustasi dengan adanya tekanan dan tuntutan yang ada dan pada akhirnya merasa sangat lelah sehingga akan menurunkan tingkat prestasinya dan bisa terjadi ia menjadi siswa yang underachiever atau drop out
2.                   Siswa Akselerasi yang memiliki kesempatan dalam masa kanak-kanaknya dan masa remajanya, akan terisolasi atau bersikap agresif terhadap orang lain. Suatu saat mereka mungkin saja menjadi orang yang antisocial karena mereka tidak mampu memiliki hubungan sebagaimana layaknya orang dewasa lainnya untuk berkencan, menikah dan membina kehidupan rumah tangga.
PRINSIP PRINSIP METODE AKSEL
1) Belajar melibatkan seluruh pikiran dan tubuh, belajar tidak
hanya menggunakan otaktetapi juga melibatkan seluruh tubuh/Pikiran
dengan segala emosi, indra, dan sarafnya.
2) Belajar adalah berkreasi bukan mengkonsumsi, pengetahuan
bukanlah sesuatu yang diserap oleh pembelajar, melainkan
sesuatu yang diciptakan pembelajar.
3) Pembelajaran berlangsung pada banyak tingkatan secara
simultan, belajar bukan hanya menyerap satu hal kecil pada
satu waktu secara linear, melainkan menyerap banyak hal
sekaligus.
4) Belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu sendiri. Belajar paling baik                    adalah belajar dalam konteks.
5) Emosi positif sangat membantu pembelajaran. Perasaan
menentukan kualitas dan juga kuantitatif belajar seseorang.
Perasaan positif mempercepat pembelajaran.


FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT PROGRAM AKSEL
1) IQ (Inteligence Quotienti)
Menurut James D. Page, IQ adalah ukuran kecerdasan seseorang
yang diperoleh dengan membagi umur mental individu dengan
umur kronologi atau bisa diartikan sebagai angka atau indeks yang
menunjukkan kecerdasan seseorang.
Dalam program akselerasi seorang anak harus mempunyai IQ 125
– 140. jadi dengan IQ 125 ke atas dapat memperlancar
pelaksanaan program akselerasi dan sebaliknya jika IQ anak
kurang dari 125 kemungkinan dapat menghambat keberhasilan
program akselerasi.
2) Kesiapan atau Kematangan
Masalah utama dalam program akselerasi ini adalah bila dilakukan
dengan tergesa-gesa, anak tersebut dapat saja belum “siap” atau
“matang”, baik secara fisik maupun emosi untuk masuk atau dapat
diterima dengan teman-temannya yang lebih tua.
3) Kemauan atau kesediaan
dengan keikhlasan dan tanpa tekanan
masuk dalam program akselerasi membuat anak dapat belajar
dengan lebih semangat.
4) Orang Tua
orang tua menduduki posisi sentraldalam proses tumbuh-kembang anak,termasuk anak berbakatintelektual, dan orang tualah yang memahami kebutuhan seorang anak.
5) Guru
Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam Proses Belajar
Mengajar (PBM). Guru harus bersikap toleran, dapat memberikan
insiprasi, bimbingan dan kesempatan bagi mereka untuk
mencobakan kemampuan mereka mengadakan eksplorasi dan
menghasilkan sesuatu.
6) Sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana atau fasilitas dan alat sangat berpengaruh
dalam menunjang kelancaran pelaksanaan program akselerasi.
Misal kepustakaan, laboratorium, bengkel kerja, auditorium, alatalat
audio visual yang lengkap.


KENDALA AKSEL DI SEKOLAH TINGKAT MENENGAH
 Sebagian besar kendala yang dihadapi dalam implementasi progam aksel di sekolah khususnya tingkat meengah yaitu pada siswa siswinya sekolah itu sendiri, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia diciptakan sangat beragam begitu juga kecerdasan yang dimilikanyapun juga beragam. Program akselerasi sebenarnya hanya untuk anak yang ber IQ tinggi, sedangkan yang berIQ rendah kurang disarankan. Dalam implementasi program akselerasi biasanya memberi target, misalnya hari ini harus menyelesaikan 5 bab, dalam hal ini anak yang berIQ tinggi bisa dengan baik menerima atau menyerap materi yang disampaikan, sedangkan yang berIQ rendah tetntu akan kualahan dalam menerima materi yang disampaikan sehinnga membuat anak tersebut tidak akan mendapat apa-apa dalam kelas akselerasi tersebut.  Sehingga dalam program akselerasi, yang pintar semakin pintar yang bodoh semakin bodoh.

KESIMPULAN
 Program akselerasi mampu mempercepat kelulusan siswa siswinya, jika siswa siwsi bisa mempersingkat masa pendidikannya maka siswa siswi tersebut dapat mendapat pekerjaan di usia yang muda(produktif). Secara tidak langsung siswa siswi program akselerasi bisa menguntungkan negara dan lembaga tempatnya bekerja, dan masih banyak lagi kelebihan –kelebihan rogram akselerasi yang lain, tetapi seperti kata pepatah, ‘TAK ADA GADING YANG RETAK”  Progam akselerasi juga memiliki kekurangan atau kelemahan, diantaranya adalah program akselerasi tidak bisa diterapkan kepada setiap murid, karena untuk dapat mengikuti program akselerasi diperlukan IQ yang tinggi. Hal ini dikarenakan dalam akselerasi penyampaian materi sangat berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya, dalam program akselerasi materi yang disampaikan begitu banyak dan siswa siswinya dituntut untuk bisa menerima materi yang diberikan secara baik. Secara otomatis anak yang berIQ rendah tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan bisa sampai tertinggal jauh dengan teman-temannya, hal ini berakibat anak yang berIQ rendah menjadi minder bahkan kemungkinan terburuk adalah dikucilkan oleh teman-temannya. Hal ini berdampak pada psikologis anak, anak itu menjadi pendiam dan akan malu jika akan berbuat apa-apa. Sehingga anak itu tidak bisa berkembang, bahkan akan menurun kemampuannya.

Daftar rujukan
https://www.google.com/KeuntungandanKerugianProgramAkselerasipadaSiswadiDunia Pendidikan PSYCHOLOGYMANIA.htm
https://www.google.com/pakwahartikelkelasakselerasi.htm
https://www.google.com/PengertiandanTujuanprogramakselerasi-pajalahpendidikan.htm

https://www.google.com/PROGRAM AKSELERASI PENDIDIKANKELEBIHANDANKEKURANGANNYABlognyaYunus El Had.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar